by

Kawin Kontrak Dengan JUSS (Janda Usia Sekolah Sukabumi) ……ahaaaayyy

 

Siapa  wanita yang ingin menjadi janda? Tidak ada , itu jawaban konservatif jaman dulu. Sekarang bukan jaman nya lagi harus setia sampai mati, kalau suaminya brengsek.Kalau pribahasa ka paketrok ietuk atau sampai keduanya memakai tongkat/tua, nampaknya menjadi usang. Saat perceraian menjadi opsi yang diambil, maka menjanda menjadi pilihan. Karena saat ini dapat perawan memang baik , tapi janda terdepan. Sukabumi merupakan salah satu daerah yang banyak jumlah perceraiannya. Berikut lima faktanya. Ribuan janda baru tercatat di Sukabumi sepanjang tahun 2018. Dari tahun ke tahun, jumlah janda di Kota dan Kabupaten Sukabumi terus meningkat. Untuk tahun ini saja, dari data yang dikutip dari Radar Sukabumi, di Kota Sukabumi terdapat 425 kasus perceraian baik itu cerai talak maupun cerai gugat. Sementara itu, di Kabupaten Sukabumi tercatat 1.132 janda yang diputus di Pengadilan Agama. Jika dijumlahkan, sedikitnya di Sukabumi (Kota/Kabupaten) ada 1.557 janda baru. Ingat, ini belum termasuk perceraian yang dilakukan tidak melalui institusi Pengadilan Agama. Artinya, jumlah perceraian bisa lebih banyak dari yang tercatat, dan otomatis jumlah jandanya pun bisa bertambah.

Berdasarkan data diatas penulis diundang langsung ke sukabumi bersama teman yang memang orang asli sana, namanya Rori bukan nama asli. Dia menawarkan kawin kontrak di sukabumi, atau istilahnya mut ah. Penulis menanyakan dasar hukum mut ah, dengan fasih teman saya yang mengaku bermazhab syiah menjelaskannya. Saya bilang sama dia,  “saya lihat lihat dulu lah.”Kemudian saya dibawa naik mobil kijang inova kearah pelabuhan ratu. Stelah itu saya berhenti di rumah berpagar bamboo, dengan cat tembok warna putih, rumah yang sederhana, namun asri. Tak lama kami disambut oleh orang tua, yang tampaknay sudah kenal dengan teman saya Rori, dan saya menyusul turun. Tak tahu apa yang mereka bicarakan dengan menggunakan bahasa sunda, namun tak lama saya disuruh masuk, oleh orang tua laki nampaknya umurnya sudah sekitar 60 tahunan.

Rupanya saya dikenalkan dengan janda berusia 17 tahun, dengan wajah mirip Dessy Ratnasari, tapi lebih cantik. Wajahnya bersih bersinar, dengan rambut terurai sebahu, kaos lengan panjang warna ungu, warna janda, istilah orang sukabumi. Kemudian saya bicara ditemani oleh rori, dan orang tuanya, menanyakan namanya. Dia menyebutkan namanya Dini (bukan nama aslinya), masih sekolah di sebuah SMA. Dini janda belum punya anak, Nampak dari bentuk tubuhnya walaupun tertutup dengan memakai celana jeans ketat sehingga terlihat bokongnya yang keras.

Awal menikah dini diusia 15 tahun, dia tertangkap kawin dengan teman sekolahnya, kemudian cerai, dan menikah lagi dengan kenalan rori orang Iran, umur perkawinannya hanya 2 tahun saja. Sesuai kontraknya. Tapi ketika mau diajak nikah sungguhan Dini tidak mau, karean memang Dini tidak suka. Akhirnya saya menanyakan langsung kepada Dini, “Apakah Dini suka sama saya ?”Dini tersenyum yang membuat hati saya dag dig dug plus. Dan Dinipun mengangguk. “Gila “dalam hati saya, ternyata masih ada yang mau dengan saya, padahal usia saya menjelang setengah abad.

Akhinya saya menikah dengan Dini di rumahnya, disaksikan Rori dan Kakak Dini. Eits..jangan salah saya hanya menikah mut ah selama tiga hari.. Dan apa yang saya lakukan tiga hari kedepan..nanti saya teruskan tulisannya ya..habis jum at..karena tiga hari ini saya tidak nulis, karena berada di sukabumi…

Oleh El Zahra Historia
Penulis adalah wartawan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed